:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2803236/original/026038400_1557674077-WhatsApp_Image_2019-05-12_at_21.31.14.jpeg)
Liputan6.com, Jakarta - Para Ulama, habaib se Jabotabek mengajak masyarakat untuk bersatu kembali dan tidak terbelah atau terpolarisasi antarkelompok kekuatan, jelang penghitungan suara Pilpres dan Pileg pada 22 Mei 2019 mendatang.
Salah satu ulama, Muhyidin Ishaq berharap kepada para ulama, habaib dan mubalig atau guru leker untuk dapat menyejukkan situasi yang kondusif. Selain itu ia mengimbau masyarakat untuk tidak termakan berita-berita hoax.
"Kita ingin para mubalig dan ustaz menyampaikan pesan-pesan yang kondusif kepada masyarakat sambil menunggu KPU. Jangan sampai nanti masyarakat termakan berita-berita hoax yang mengarah kepada perpecahan bangsa," Ucap Muhyidin Ishaq, Jakarta, Minggu (12 /5/2019).
Sebelumnya, dia bersama para Ulama dan Habaib menggelar Silahturahmi dan doa bersama sekaligus menyampaikan pernyataan sikap bersama untuk keutuhan NKRI di salah satu aula kawasan Ampera, Jakarta Selatan, pada Jumat 10 Mei 2019.
Hal itu dilakukan, menurut dia ada sekelompok masa yang mengatakan menjaga keutuhan NKRI, namun dia menilai ada sikap-sikap yang malah memecah belah, dan membuat polarisasi umat.
"Kita berkumpul itu berangkat dari bawah, karena melihat keprihatinan bangsa saat ini. Karenanya jangan ada yang memboncengi suhu politik saat ini. Kita ingin menjaga keutuhan NKRI sambil menunggu putusan KPU," tuturnya.
Sementara tokoh masyarakat Betawi, Jubaillah Yusuf menambahkan, jika melihat kondisi real count KPU sudah jelas mereka bekerja dengan sungguh-sungguh. Apalagi, banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia.
"Saya turut berduka cita, semoga mereka husnul khotimah. Dan, dengan digulirkannya isu-isu kecurangan saya rasa itu hal yang sangat naif. Kasihan masyarakat mereka sudah bekerja keras susah payah dengan saksi yang begitu banyak, mustahil ada kecurangan-kecurangan," ujar Jubaillah yang juga Ketua Penyelenggara Silaturahmi Para Ulama dan Habib se Jabotabek ini.
from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com http://bit.ly/2WFQwvZ
No comments:
Post a Comment